Go to Top

Sorot Proyek Lift DPR Berujung Kebakaran, Formappi Penasaran soal Anggaran

Jakarta – Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) menduga ada keteledoran pihak DPR dalam peristiwa kebakaran lift di gedung Nusantara I. Formappi juga meminta agar proyek peremajaan lift di kompleks parlemen dibuka ke publik.

Peneliti Formappi Lucius Karus menyoroti banyaknya masalah yang timbul pada lift di DPR. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (29/9) itu disebut bukan pertama kalinya.

“Dari peristiwa satu ke peristiwa kebakaran yang lain, terlihat bagaimana manajemen perawatan gedung tak begitu diperhatikan secara serius baik oleh kesekjenan maupun BURT (Badan Urusan Rumah Tangga), yang memang fokus pada urusan kerumahtanggaan DPR,” ujar Lucius Karus kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

“Anggaran untuk perawatan kompleks parlemen selalu tersedia setiap tahun, tetapi tampaknya lebih banyak digunakan untuk urusan remeh temeh, seperti penataan taman dan penambahan fasilitas di internal gedung. Justru hal mendasar terkait keamanan dan kenyamanan berupa antisipasi terjadinya kebakaran yang tampak terabaikan,” imbuhnya.

Lucius menduga kelalaian dalam memperkuat sistem keamanan gedung DPR berkorelasi dengan kebutuhan proyek pengadaan. Apalagi juga diketahui banyak fasilitas di rumah wakil rakyat tersebut yang kerap bermasalah, salah satunya toilet rusak.

“Kecurigaan akan adanya keteledoran dalam setiap peristiwa kebakaran yang didorong oleh kebutuhan akan proyek pengadaan juga bisa muncul di benak publik jika DPR terkesan tidak terbuka soal anggaran untuk setiap proyek yang dikerjakan di kompleks parlemen. Ketertutupan soal anggaran ini hampir terjadi pada semua mata anggaran di parlemen,” sebut Lucius.

Dia meminta agar pihak Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR terbuka soal anggaran-anggaran proyek yang tengah dikerjakan DPR. Lucius mengingatkan soal pentingnya transparansi anggaran lembaga negara sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.

“Apa sih sulitnya membuka saja informasi anggaran apa pun di DPR? Kan uang itu uang negara juga. Kebutuhan publik mengetahui anggaran itu hanya untuk memastikan tak adanya celah penyimpangan yang bisa saja terjadi pada setiap anggaran negara yang dikelola lembaga negara,” tuturnya.

“DPR mestinya bisa menjadi contoh soal transparansi dan akuntabilitas anggaran. Ini penting dilakukan DPR agar publik bisa mulai membangun kepercayaan kepada DPR sehingga bisa mendukung keinginan DPR termasuk misalnya terkait permintaan renovasi gedung ataupun fasilitas lain,” imbuh Lucius.

Lucius mengakui, selama ini publik memang cenderung antipati pada setiap usulan proyek pembangunan kompleks parlemen. Ini dianggap karena perencanaan yang tidak transparan dan akuntabilitas atas anggaran tak pernah tuntas diperlihatkan DPR.

“Bagaimana mau mendukung keinginan mereka jika tak ada jaminan bahwa anggaran yang diberikan akan digunakan secara bertanggung jawab? Maka penting bagi DPR sesungguhnya untuk membuka informasi sampai ke hal sederhana, termasuk proyek renovasi lift,” ucap Lucius.

“Kalau kemarin nggak ada asap mengepul yang muncul dari lokasi proyek perbaikan, mungkin tak akan banyak orang yang tahu kalau sedang ada proyek perbaikan lift di parlemen. Atau keteledoran yang menghasilkan asap kemarin itu adalah cara DPR menginformasikan apa yang sedang terjadi di parlemen?” tambahnya dengan sarkasme.

Untuk itu, Formappi meminta Sekjen DPR menjawab secara tegas dan terbuka soal anggaran dalam proyek di internal DPR. Jika hal itu ditutup-tutupi, publik dinilai justru akan curiga.

“Sekretariat Jenderal tak bisa mengelak untuk setiap pertanyaan mengenai anggaran proyek di internal DPR, karena sikap itu hanya akan memperburuk kepercayaan publik pada DPR. Masa anggaran proyek renovasi lift tak bisa diingat atau kalaupun tak diingat, kalau punya keinginan memberitahukan publik, kan Sekjen bisa saja menyuruh staf yang bertanggung jawab untuk menginformasikan anggaran yang dipakai untuk proyek perbaikan lift,” tegas Lucius.

Seperti diketahui, lift di gedung Nusantara I DPR sempat terbakar hebat kemarin. Kebakaran terjadi dari proyek peremajaan lift. Ada tumpukan kabel yang terciprat alat las. Hal tersebut menimbulkan asap menyebar hingga ke lorong-lorong gedung DPR RI.

Sekjen DPR Indra Iskandar proyek peremajaan lift itu dilakukan sejak Maret 2020. Nantinya, peremajaan lift di kompleks parlemen akan dilakukan secara bertahap.

“(Proyek peremajaan) dari 4-5 bulan lalu, Maret-lah. Itu sementara (lift) anggota, nanti bertahap semua akan direnov, itu kan lift-lift lama semua itu,” jelas Indra. Sumber

, ,