Go to Top

Ucapkan Kurang Ajar, Formappi: Publik Tonton Anggota DPR Seperti Preman

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kasus pengusiran Dirut Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum atau MIND ID), Orias Petrus Moedak oleh Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir tentu membuat masyarakat kecewa dengan Etika dan Tata Tertib rapat DPR RI.

Namun diakui bahwa sikap arogan anggota DPR terhadap mitra kerja dalam rapat kerja atau Rapat Dengar Pendapat di DPR bukan baru kali ini terjadi. “Sudah ada beberapa kasus sebelumnya namun itu semua berakhir tanpa kejelasan soal sanksi terhadap anggota DPR yang melakukan itu,” kata Peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Lucius tak membantah bahwa anggota DPR itu merupakan orang terhormat, karena menjadi bagian dari lembaga negara bernama DPR itu. Dalam konstelasi ketatanegaraan, DPR punya kewenangan besar. “Akan tetapi kewenangan-kewenangan DPR sebagai lembaga tak boleh membuat anggota DPR menjadi arogan dengan mitra kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh Lucius menjelaskan bahwa kode Etik DPR sudah nenegaskan hubungan DPR dengan mitra kerja itu harus profesional. Hubungan yang profesional itu jelas menempatkan anggota DPR dan mitra kerja yang diundang dalam posisi yang sejajar. “Mereka hanya berbeda dalam hal fungsi dan kewenangan,” ujarnya.

Karena profesional, lanjut Lucius lagi, maka tak bisa anggota DPR bersikap atau berkata kasar, atau mempermalukan mitra kerja yang hadir dalam rapat. “Jangan merasa karena DPR punya fungsi kontrol dan anggaran, lalu setiap mitra yang datang rapat di DPR sesuka hati bisa dipermalukan dengan kata-kata yang kotor,” paparnya.

Menurutnya, Perilaku dan kata-kata kotor yang disampaikan anggota DPR dalam persidangan justru sangat merugikan DPR. DPR sebagai lembaga terhormat menjadi tidak terhormat hanya karena seorang anggotanya berkata tidak sopan di ruangan rapat. “Publik yang menonton akan menilai perkataan anggota DPR tak bedanya ucapan preman saat mengintimidasi musuh.”

Lucius menilai akibat dari kata-kata kotor yang diucapkan anggota wibawa DPR sebagai lembaga akan hancur. “Bagaimana bisa memandang kehormatan pada sebuah lembaga dengan sikap dan kata-kata kotor anggota yang memperlihatkan laku tak punya kesantunan?”

Seperti diketahui, Rapat Komisi VII DPR RI bersama Holding Pertambangan, Selasa (30/6/2020) sempat diwarnai ketegangan. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat, Muhammad Nasir sempat meminta Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak untuk angkat kaki dari ruang rapat.

“Jadi, Anda kalau rapat, harus lengkap bahannya. Enak betul Anda di sini! Siapa yang naruh Anda di sini? Percuma naruh orang kayak gini. Ngerti? Kurang ajar Anda!” tegas Nasir.

“Kurang ajar Anda di sini. Kalau Anda enggak senang, Anda keluar! Kau pikir punya Saudara kau ini semua?” imbuhnya. Sumber